Latest Entries »

Ojo Dipleroki

Reblogged from Sanguturu:

OJO DIPLEROKI vokal : Nurhana Ciptaan : Ki Narto Sabdo

pr: Mas mas mas ojo dipleroki Mas mas mas ojo dipoyoki Karepku njaluk di esemi lk: Tingkah lakumu kudu ngerti coro Ojo ditinggal kapribaden ketimuran

pr : Mengko gek keri ing jaman lk : Mbokyo sing eling pr : Eling bab opo lk : Iku budoyo pr : Pancene bener kandamu

reff : kembali ke atas…

sumber video

LAPORAN HASIL MEMBACA

BUKU BIOGRAFI STEVE JOBS

TUGAS BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Nama Kelompok

                                                   Nurul Fitriani

Maria Fransisca Dian A.N.T

Carolina Galuh H.P.

Nurmei Dripayana

Ratna Diah P.

Wihdah Himma

XI IPA 3

SMAN 1 WARU

2012

K A T A   P E N G A N T A R

R a s a   s y u k u r   k a m i   p a n j a t k a n   k e h a d i r a t     A l l a h   S W T   y a n g   d e n g a n   r a h m a t   d a n   h i d a y a h N y a   k a m i   d a p a t   m e l a k s a n a k a n   d a n   m e n y u s u n   laporan   i n i .   U n t u k   m e m e n u h i   s a l a h   s a t u   s y a r a t   k e n a i k a n   k e l a s   d i   s e k o l a h   S M A N   1   W a r u   b i d a n g   s t u d i   B a h a s a   I n d o n e s i a .

A t a s   b i m b i n g a n   i b u   g u r u   s e r t a   t e m a n – t e m a n   m a k a   d i s u s u n l a h   laporan   i n i .   S e m o g a   d e n g a n   t e r s u s u n n y a   l a p o r a n   i n i   d i h a r a p k a n   d a p a t   b e r g u n a   b a g i   k a m i   s e m u a   d a l a m   m e m e n u h i   s a l a h   s a t u   s y a r a t   k e n a i k a n   k e l a s   s e k o l a h   m e n e n g a h   a t a s .   D a n   d e n g a n   d i s u s u n n y a   l a p o r a n   i n i   d a p a t   d i h a r a p k a n   p u l a   d a p a t   m e n j a d i   p e d o m a n   d a l a m   m e n y u s u n   l a p o r a n   s e p e r t i   i n i .

D a l a m   p e n y u s u n a n   l a p o r a n   i n i ,   k a m i   t e l a h   b e r u s a h a   d e n g a n   s e g e n a p   k e m a m p u a n   k a m i   s e b a g a i   p e m u l a ,   t e n t u n y a   m a s i h   b a n y a k   k e k u r a n g a n   d a n   k e s a l a h a n .   D e m i   k e m a m p u a n   l a p o r a n   i n i   k a m i   m e n g h a r a p   k r i t i k   d a n   s a r a n   a g a r   l a p o r a n   i n i   m e n j a d i   l e b i h   b a i k   d a n   d i g u n a k a n   s e b a g a i m a n a   f u n g s i n y a .

R a s a   d a n   u c a p a n   t e r i m a   k a s i h   p a t u t   k a m i   s a m p a i k a n   k e p a d a   p i h a k   y a n g   t e l a h   m e m b a n t u   k a m i   d a l a m   m e n y u s u n   l a p o r a n   i n i ,   t e r u t a m a   I b u   S i t i   s e l a k u   g u r u   b i d a n g   s t u d i   B a h a s a   I n d o n e s i a   s e k a l i g u s   s e l a k u   w a l i   k e l a s   X I   A 3 .

K a m i   b e r h a r a p   laporan   i n i   d a p a t   b e r m a n f a a t   s e b a g a i m a n a   m e s t i n y a   d a n   d a p a t   m e m e n u h i   s a l a h   s a t u   p e r s y a r a t a n ,   A m i n .

 

Penyusun

 

 

 

 

 

Identitas Buku

Judul Buku : Steve Jobs & Apple Inc. ; Kisah Perjalanan Sang Maestro

Pengarang : Christopher Lee

Penyunting : Agus Wahadyo

Penerbit : Mediakita

Tahun Terbit : 2011

Tebal Buku : 152 halaman

Ukuran Buku : 15×23 cm

 

BIOGRAFI SINGKAT

Steve Jobs lahir di San Fransisco, California, pada tanggal 24 Februari 1955. Ayah kandungnya bernama Abdulfattah “John” Jandali, seorang mahasiswa asal Suriah yang kemudian menjadi Profesor Politik Sains dan kini menjadi wakil Presiden dari salah satu kasino di Reno, Nevada. Sedangkan Ibu kandungnya bernama Joanne Carole Schieble. Mereka berdua bertemu di university of Wisconsin. Ayah Joanne tidak merestui putrinya berhubungan dengan seorang imigran asal Suriah yang beragama Islam. Kemudian John dan Joanne memutuskan untuk kawin lari. Ketika anak mereka lahir, mereka menyerahkan bayi buah kasihnya untuk diadopsi oleh keluarga Paul dan Clara Jobs dari selatan Bay Area dengan alasan Joanne belum sanggup untuk merawat bayinya.

Paul dan Clara memberi nama kepada anak baru mereka Steven Paul Jobs. Keluarga kecil ini pindah ke daerah Santa Clara, yang kemudian dikenal sebagai Silicon Valley pada tahun 1961. Steve kecil tidak peduli tentang sekolah, ketika Ia berada di sekolah menengah Critteden Middle School, Ia tidak suka belajar dan lebih menyukai mengganggu anak-anak lain. Ia meneruskan pendidikannya di Cupertino Junior High, Los Altos.

Steve muda tumbuh di sebuah lembah kebun aprikot yang sekarang sudah berubah menjadi pusat dunia teknologi komputer, Silicon Valley. Ketika Steve diterima di Homestead High School, ia terdaftar di kelas elektronik yang paling populer di sekolah itu. Kemampuan Steve berkembang pesat di bawah bimbingan gurunya yang bernama McCollum. Pada saat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh McCollum, Steve menghubungi Bill Hewlett, salah satu pendiri Hewlett Packard (HP) untuk mencari suku cadang guna membuat frequency counter. kemudian Hewlett memberikan Steve kesempatan magang di perusahaan Hewlett Packard. Keterampilan kewirausahaan Steve mulai muncul di awal hidupnya.

Di Homestead, Steve berteman dengan Bill Fernandez yang memiliki minat yang sama dengan Steve di bidang elektronik. Bill memperkenalkan Steve dengan jagoan komputer lainnya, yaitu Stephen Wozniak, atau “Woz”.  Steve dan Woz dengan cepat menjadi teman baik. Pada saat itu, Woz sedang membangun papan komputer kecil dengan Bill Fernandez yang mereka sebut “Soda Cream Komputer”.

Woz dan Steve pertama kali memulai usaha mereka pada tahun 1972. Pada saat itu ada banyak pembicaraan tentang hacker komputer yang berhasil membuat “kotak biru”, yaitu perangkat kecil yang dapat membobol peralatan telekomunikasi AT&T, sehingga memungkinkan untuk membuat panggilan telepon secara gratis. Steve kemudian mengusulkan untuk menjual kotak biru tersebut. Mereka menjualnya dari kamar ke kamar di asrama Berkeley, dimana Woz masih menjadi mahasiswa di sana. Namun, bisnis ini adalah ilegal dan mereka berhenti setelah hampir tertangkap oleh polisi.

Steve memutuskan untuk mendaftar ke Reed College di Oregon. Reed College adalah perguruan tinggi seni liberal yang sangat mahal. Saking mahalnya, Paul dan Clara hampir tidak mampu menyekolahkan Steve sesuai keinginannya. Namun mereka terikat janji dengan Ibu biologis Steve bahwa mereka akan menyekolahkan Steve di sekolah yang terbaik, sehingga mereka memutuskan untuk menggunakan hampir seluruh tabungan mereka untuk membiayai pendidikan Steve. Akan tetapi Ia hanya tinggal selama satu semester (6 bulan) di Reed College karena drop out.

Pada tahun 1974, karena Steve sangat membutuhkan uang, maka Ia melamar pekerjaan di Atari, yang merupakan perusahaan permainan video pertama yang dibangun Nolan Bushnell pada tahun 1972. Ia amat terkesan dengan Nolan yang telah mendapatkan banyak uang dengan membuat mesin pinball. Nolan jelas merupakan inspirasi bagi Steve untuk memulai Apple di kemudian hari.

Pada tahun 1976, Steve dan Woz mendirikan Apple Computer Inc. di garasi milik keluarga Jobs. Komputer pribadi yang diperkenalkan Steve dan Woz diberi nama Apple I. Kemudian pada 1977, Steve dan Woz memperkenalkan Apple II yang sukses besar di pasaran rumah tangga dan memberi Apple pengaruh besar di industri komputer pribadi yang masih muda.

Pada 1980, Apple Computer mencatatkan namanya di bursa efek dan dengan penawaran saham awal yang sukses, ketenaran Steve pun bertambah. Tahun itu juga Apple Computer melepas Apple III, walaupun kesuksesannya tidak sebaik produk sebelumnya.

Karena terus berkembangnya Apple Computer, perusahaan itu mulai mencari kepemimpinan baru untuk mengatur perkembangan perusahaan tersebut. Pada 1993, Steve menggaet Jhon Sculley dari perusahaan Pepsi-Cola untuk memimpin Apple Computer. Pada tahun itu juga, Apple mengeluarkan Apple Lisa yang teknologinya sangat maju pada era itu.

Pada tahun 1984, menjadi tahun pengenalan Macintosh, komputer pertama yang berhasil dijual ke pasaran dengan menghadirkan fitur antarmuka pengguna grafis. Kesuksesan Macintosh membuat Apple Inc. menelantarkan Apple II demi mengembangkan produksi Mac. yang bertahan sampai saat ini.

Pada 1985, Jobs keluar dari Apple Inc. karena masalah Intern pada perusahaan itu. Setelah keluar dari Apple Inc.  Dia mendirikan perusahaan komputer yang bernama NeXT Computer. Namun pada tahun 1996, Apple membeli perusahaan NeXT dan membawa Steve Jobs kembali ke perusahaan yang Dia dirikan itu. Sejak saat itu, Ia terus mengembangkan inovasinya di bidang teknologi hingga saat ini. Dengan kecerdasannya,Steve Jobs berhasil menciptakan perangkat-perangkat paling populer saat ini seperti iMac, iPod, iTunes, iPhone & iPad.

Jobs meninggal dunia di rumahnya pada tanggal 5 Oktober 2011 akibat komplikasi kanker pankreas bentuk langka. Ia meninggal sehari setelah peluncuran iPhone 4S.

 

Hal-hal yang patut diteladani dari tokoh

  1. Kesederhanaan

Jika Anda melihat kembali apa yang selalu menjadi inspirasi Steve Jobs, kuncinya adalah kesederhanaan, kemudahan dalam menggunakan komputer untuk melakukan pekerjaan kreatif dan membuat hidup lebih mudah.

(paragraf 2 halaman 74)

  1. Tabah dan kuat

Steve Jobs terus berjuang melawan kanker pankreas selama 7 tahun berikutnya, Ia menjalani serangkaian perawatan yang agresif, termasuk melakukan transpalasi hati (karena tumornya sudah menyebar dari pankreas ke hati) dan bertahan hidup lebih lama dari orang lain yang menderita penyakit ini.

(paragraf 6 halaman 87)

  1. Pintar dalam hal bernegosiasi

Kesepakatan Apple dengan AT&T merupakan salah satu bukti keahlian Steve Jobs yang luar biasa dalam hal bernegosiasi. Sebelum iPhone, operator nirkabel memperlakukan produsen handset seperti budak. Mereka yang menentukan fitur telepon, harga dan strategi pemasaran dengan produsen handset yang ingin menggunakan jaringan mereka.

(paragraf 3 halaman 98)

  1. Kreatif

Tahun 2010 ditandai dengan kelahiran kembali yang luar biasa dari Steve Jobs sebagai CEO yang sangat aktif. Berbeda jauh dengan tahun 2009, Steve sekarang kembali menghadiri banyak acara tahunan Apple dan akan mengejutkan dunia kembali dengan inovasi-inovasi barunya. Pengumuman terbesar yang tak terbantahkan adalah peluncuran iPad, tablet Apple berbasis iOS, oleh Steve pada tanggal 27 Januari 2010.

(paragraf 1 halaman 144)

  1. Pintar dalam hal merencanakan sesuatu

Di sisi lain Steve juga dapat melihat masa depan di beberapa titik dalam karirnya dengan jelas, misalnya dengan komputer pribadi Apple. Lalu dengan antarmuka pengguna grafis (GUI) dan disusul dengan dekstop publishing. Sekarang kita bisa mengatakan tanpa keraguan bahwa strategi digital hub merupakan salah satu visi besar Steve yang telah mengubah Apple dari sebuah perusahaan komputer dengan pasar spesifik (niche market) menjadi sebuah perusahaan komputer / musik / elektronik raksasa.

(paragraf 1 halaman 74)

 

Hal-hal yang menarik dari tokoh

  1. Steve Jobs adalah anak Hippie (Hiperaktif) dan sedikit nakal, tetapi mempunyai masa depan yang cerah

Anak hippie dari kelas menengah yang tidak menyelesaikan pendidikan telah membangun sebuah kekaisaran komputer dan menjadi miliader hanya dalam beberapa tahun. Ia bahkan sempat dipecat dari perusahaannya sendiri sebelum akhirnya kembali lagi satu dekade kemudian dan berubah menjadi salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia usaha dan teknologi dengan jutaan penggemarnya di seluruh dunia.

(paragraf 5 halaman 106)

  1. Orang yang berjasa dalam hal teknologi

Kontribusi Steve akan dirasakan hingga beberapa tahun kedepan karena Steve juga ikut berperan memunculkan pemimpin baru dalam film animasi. Selama bertahun-tahun ia pernah dikatakan bisa sukses hanya karena faktor kebetulan, tetapi itu terbukti tidak benar. Dunia mengakuinya sebagai salah satu eksekutif yang paling terkemuka di dunia bisnis dan visioner yang tak tertandingi. Dia telah mengubah kehidupan jutaan manusia dengan membuat teknologi yang mudah digunakan, menarik, dan indah. Simply Insanely Great Products! Dan bagian terbaiknya adalah Ia belum selesai.

(halaman 107 paragraf 1)

REFLEKSI DIRI

Steve Jobs adalah sosok yang memiliki minat sangat tinggi dalam bidang teknologi komputer. Selain itu Steve juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu yang baru diketahuinya. Sifat tersebut juga tercermin dalam diri kita yang juga memiliki minat sangat tinggi dalam bidang teknologi komputer dan kita juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu yang baru kita ketahui.

 

POSTES

  1. Apakah judul dari buku biografi ini?
  2. Di Negara mana Steve Jobs dilahirkan?
  3. Siapakah nama ibu kandung Steve Jobs?
  4. Siapakah nama orang tua angkat Steve Jobs?
  5. Siapakah nama sahabat Steve Jobs yang sama-sama berminat di bidang elektronik?
  6. Apakah nama universitas tempat Steve berkuliah dulu?
  7. Pada tahun berapakah Steve dan Woz mendirikan Apple Inc?
  8. Apa nama perusahaan komputer yang Steve dirikan saat Ia keluar dari Apple Inc?
  9. Penyakit apa yang diderita Steve Jobs?
  10. Apa nama produk yang diluncurkan sehari sebelum kematian Steve Jobs?

 

JAWABAN

1. Steve Jobs & Apple Inc.: Kisah Perjalanan Sang Maestro

2. San Fransisco, California

3. Joanne Carole Schieble

4. Paul dan Clara Jobs

5. Bill Fernandez

6. Reed College

7. Tahun 1976

8. NeXT Computer

9;. Kanker Pankreas

10. iPhone 4S

P E N U T U P

 

P a d a   m a k a l a h   i n i   k a m i   s i m p u l k a n   b e b e r a p a   i n t i   p o k o k   d a r i   p e m b a h a s a n   a d a l a h

D e m i k i a n   y a n g   d a p a t   k a m i   p a p a r k a n   m e n g e n a i   m a t e r i   y a n g   m e n j a d i   p o k o k   b a h a s a n   d a l a m   m a k a l a h   i n i ,   t e n t u n y a   m a s i h   b a n y a k   k e k u r a n g a n   d a n   k e l e m a h a n n y a ,   k e r e n a   t e r b a t a s n y a   p e n g e t a h u a n   d a n   k u r a n g n y a   r u j u k a n   a t a u   r e f e r e n s i   y a n g   a d a   h u b u n g a n n y a   d e n g a n   j u d u l   m a k a l a h   i n i .

P e n u l i s   b a n y a k   b e r h a r a p   p a r a   p e m b a c a   y a n g   b u d i m a n   d u s i   m e m b e r i k a n   k r i t i k   d a n   s a r a n   y a n g   m e m b a n g u n   k e p a d a   p e n u l i s   d e m i   s e m p u r n a n y a   m a k a l a h   i n i   d a n   d a n   p e n u l i s a n   m a k a l a h   d i   k e s e m p a t a n – k e s e m p a t a n   b e r i k u t n y a .   S e m o g a   m a k a l a h   i n i   b e r g u n a   b a g i   p e n u l i s   p a d a   k h u s u s n y a   j u g a   p a r a   p e m b a c a   y a n g   b u d i m a n   p a d a   u m u m n y a .

                                                            

S a r a n   d a n   K e s a n

S a r a n   :   S a y a   s a n g a t   m e n y a d a r i   b a h w a   m a k a l a h   i n i   m a s i h   j a u h   d a r i   s e m p u r n a ,   o l e h   k a r e n a   i t u   s a y a   s a n g a t   m e n g h a r a p   k r i t i k   d a n   s a r a n   y a n g   m e m b a n g u n   d a r i   p a r a   p e m b a c a ,   a g a r   s a y a   d a p a t   m e m p e r b a i k i   p e m b u a t a n   m a k a l a h   s a y a   d i   w a k t u   y a n g   a k a n   d a t a n g .

 

K e s a n   :   T e r i m a k a s i h   k e p a d a   b u   S i t i   s e l a k u   g u r u   B a h a s a   I n d o n e s i a   X I – A 3   s e l a m a   p e m b u a t a n   m a k a l a h   i n i ,   d i h a r a p k a n   b u   S i t i   d a p a t   m e n y e m p a t k a n   w a k t u   u n t u k   b e r s o s i a l i s a s i   t e n t a n g   m a k a l a h   s a y a .

 

Penyusun

Reblogged from mediariezky:

MENOPAUSE masih menjadi momok bagi perempuan paruh baya. Padahal asal disikapi dengan bijak, menopause harusnya menjadi ”teman” istimewa wanita.

Pada usia pertengahan, banyak perempuan yang mengkhawatirkan terjadinya menopause. Karena mereka tahu, setiap kaum hawa akan melewati masa-masa ini. Akan banyak perubahan yang terjadi, baik perubahan fisik maupun perubahan mental, yang kemudian akan menuntut banyak penyesuaian. Anda tidak perlu khawatir, asal dapat menyiasatinya dengan baik, semuanya akan dapat dilewati dengan sukses.

Read more… 758 more words

saya reblog ya.. :)

Menganalisis Cerpen

Dia Bukan Untukku

(by : Wahyu D. Pertiwi)

 

Awal masuk sekolah pasti ada MOS yaitu Masa Orientasi Siswa. Aku menginjak ke SMP, bersama teman-teman SD ku dulu aku berkumpul dan membicarakan tentang MOS. “Gadis…,” begitu teman-teman memanggilku. “teman-teman,” kataku menghampiri mereka. “kamu gugus mana?” tanya Vhe, temanku. “ini aku cari-cari namaku gak ketemu-ketemu,” kataku mengusap keringat yang membasahi wajahku. “ya udah kita cari sama-sama yuk,” ajak Ze, temenku. Kami bertiga mencari namaku yang semenjak tadi tak ketemu-ketemu. “Gadis, sini deh,” kata Ze memanggilku. “ada namaku?” tanyaku penasaran. “ini nih kita satu gugus, Gadis Grittenatha Gladia, Zeazahra Modhyantias, Vhealovin Jhuastian,” kata Ze membaca nama kita bertiga. “wah, hebat kau Ze. Dari tadi aku cari-cari gak ketemu,” kataku memuji Ze. “ya udah kita masuk yuk,” ajak Vhe.

 

Hari pertama MOS itu sangat membosankan bagiku. Apa lagi harus berpanas-panasan untuk upacara pembukaan MOS. Banyak korban pingsan di lapangan sekolah itu. Tenggorokanku mulai kering dan sungguh membuat kepalaku menjadi pusing. Tak lama, aku merasa sudah tak berdaya dan jatuh pingsan. Tak lama aku membuka kedua mataku dan ternyata aku berada di UKS sekolah. Bersama anggota PMR yang menjadi kakak kelasku waktu itu. Aku masih lemas untuk beranjak dari tempat tidur. Dua sahabatku datang menjengukku. Dan aku di tuntutnya untuk berjalan menuju kelas.

 

Sampai di kelas aku menerima materi awal-awal perkenalan. Kutatap wajah seorang cowok yang berada di seberang mejaku saat itu. Sebelum materi di mulai, absensi siswa MOS saat itu di percepat. Berpasang-pasangan. Dan tak kusangka namaku dipanggil dan cowok yang berada di sampingku tadi juga maju dan ternyata dia bernama Arezaldhi Birasanjaya. Setelah tanda tangan kehadiran, kami kembali ke tempat duduk semula.

 

Materi pembelajaran untuk jam pertama sudah usai saatnya istirahat. Aku, Vhe, dan Ze menyergap kantin sekolah dan berdesak-desakan. Dan kulihat lagi cowok yang mempunyai nama Arezaldhi Birasanjaya sedang asyiknya ngobrol dengan teman barunya di depan kelas. Sepertinya aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Sudah 15 menit waktu untuk istirahat. Waktunya masuk kembali untuk bermain dan belajar.

 

MOS sudah berjalan tiga hari. Hari ini adalah hari terakhir MOS. Dengan aturan hari ini, aku memakai kaos kaki berbeda warna, dengan rambut yang di kucir sangat banyak seperti orang gila. Semua murid MOS mengikuti upacara penutupan MOS. Hari yang panas. Terasa seperti di panggang. Banyak korban pingsan di lapangan itu. Akhirnya upacara penutupan MOS dipercepat.

 

***

Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah. Bisa bertemu banyak teman baru. Mereka semua baik kepadaku. Saat aku berkenalan dengan salah satu temanku yang bernama Algea Radista, mataku teralihkan oleh satu sosok yang mungkin pernah aku kenal. Saat ku tatap pekat wajahnya ternyata dialah Arezaldhi Birasanjaya. “Dia kan,” gumamku dalam hati. “halo?Kenapa melongo gitu Dis?” tanya Gea sambil melambai-lambaikan tanganya di depan wajahku. “emm,” aku tersentak olehnya. “kenapa?” tanya Gea penasaran. “oh, ga… gak pa… papa,” kataku gagap. Gea memandangiku dengan wajah bingung. Seperti otaknya penuh dengan tanda tanya. “Gadis…,” sapa Ze dan Vhe. “ehh kalian,” kataku memandang Ve dan Zhe. Vhe dan Ze tersenyum manis kepada Gea. “ini Gea,” kataku memperkenalkan. “aku Vhe,” kata Vhe memperkenalkan dirinya. “aku Ze,” kata Ze juga memperkenalkan dirinya. “so beautiful,” kata Vhe memuji kecantikan Gea. “thank you very much,” kata Gea menjawab pujian Vhe dengan malu.

 

Aku, Vhe, Ze, dan Gea sudah berteman sangat lama. Sudah lima bulan aku masuk di kelas 7 C. Bersama-sama dengan ketiga sahabatku itu. Tiba-tiba perbincanganku tersentak oleh sosok cowok yang memasuki kelasku. Dia…… Dia…… “Dis, kenapa melongo?” gertak Ze. “eemm, eh, eng… enggak papa,” kataku gugup. “kenapa sih?” tanya Gea. “iya, pelit banget gak mau ngasih tau,” tanya Vhe semakin mendesak. Mereka bertiga melihatku memandangi Arezaldhi sejak tadi. “oo, itu toh yang buat kamu melongo,” ucap Gea menggentakkan jantungku. “siapa, mana?” kataku bertanya-tanya dengan ragu. “itu tuh,” kata Gea menyenggol lenganku dan melirik Arezaldhi. “apaan?”. “sok gak tau nih,” gertak Gea lagi. Aku semakin salah tingkah dibuatnya. Sosok cowok itu pun pergi meninggalkan kelasku. “siapa emangnya?” tanya Vhe dan Ze bersamaan. “Arezaldhi,” kata Gea. “kamu suka ya Dis?” tanya Ze ingin tau. “sok tau kamu Ge,” kataku. “uhuui, jatoh ci’inta agi,” ledek Ze. “apaan sih kalian?” kataku meninggalkan mereka bertiga yang semakin meledekku.

 

Suatu hari acara ulang tahun sekolahku. Setiap kelas harus menampilkan minimal satu pementasan. Semua teman kelasku memilihku untuk menyanyi solo. Tapi aku seorang remaja yang demam panggung. Dan aku pun ditemani oleh Gea yang suaranya lumayan bagus walaupun nggak sebagus suaraku… hehehe . Malam ulang tahun itu tiba yang memang bertepatan dengan hari ulang tahunku. “grogi aku Ge,” kataku sambil gemeteran. “enjoy saja Dis,” kata Gea memberiku semangat. “aku bener-bener demam panggung,” kataku dengan keringat dingin. “nanti ada Reza kan yang ngeliat?” ejek Gea. “jadi nama panggilanya Reza,” kataku sedikit tersenyum. “iya.” Hari yang membuatku di selimuti oleh kegerogian yang luar biasa. Karena aku dan Gea akan mewakili kelasku untuk memberikan penampilan yang terbaik.

 

Acara itu pun dimulai. Dimulai dari kelas 9 lalu dilanjutkan kelas 8 lalu menuju kelas 7. Penampilan yang begitu spektakuler telah ditampilkan dengan penuh semangat. Beribu-ribu tepuk tangan mengiri suasana tersebut. Tiba giliran kelas 7 C yang menampilkan aktrasinya. Jantungku semakin berdebar dengan kencang. Keringat bercucuran ke seluruh badan. Dengan genggaman erat tangan Gea aku dengan gugupnya menaiki panggung dan mengecek mikrofon. Tepuk tangan pun mulai terdengar. Seolah aku tak bisa membayangkan diriku nanti. Dentuman musik R&B mulai terdengar. Dalam hitungan detik syair lagu akan mulai dinyanyikan. Gea dengan semangat dan PD-nya menari-nari happy, sedangkan aku … ????

Keringat bercucuran dari tubuhku. Keringat dingin menyelimuti seluruh tubuhku. Dengan perasaan yang tak karuan aku mulai melantunkan lagu kesukaanku itu. Siswa-siswa bertepuk tangan lama kelamaan aku merasa semakin enjoy. Saat aku menyanyi, aku melihat Reza tersenyum kepadaku. Aku membalas senyumanya yang tak kalah manis hehe . Lagu itu pun usai ku nyanyikan. Pertunjukan kurang dua kelas lagi. Ada yang dans, drama, nyanyi, pelawak, sampai dengan band.

 

Hari itu hari yang menyenangkan bagiku. Melihat ia tersenyum kepadaku membuatku semakin bersemangat. “Gadis,” sapa Ze. “Eh, Ze. Yang lain kemana?” kataku balik tanya. “tuh,” kata Ze menunjuk Vhe dan Gea. Vhe dan Gea melambaikan tanganya kepadaku dan Ze. Tiba-tiba Ze menarik tanganku meninggalkan tempat itu. “Gadis, Ze. Mau kemana?” tanya Gea. “bentar aja,” teriak Ze dari kejauhan. Gea mengajakku ke tempat yang sepi, dan Ze tampak serius memandangku. “apa kamu bener suka Reza?” tanya Ze menatap kedua mataku. Aku tidak tau harus berkata apa. Semua kebingunan merasuki otakku. Aku terdiam mematung. “iya,” kataku lirih.

 

“Aku punya informasi tentang si Reza itu,” ungkap Ze. “info apa?” tanyaku kebingungan. “dia sudah mempunyai pacar,” kata Ze berbisik kepadaku. “kamu tau dari siapa?” tanyaku sedih. “kamu tau Viona Adelima kan?” kata Ze menguatkan. “ya.” “dialah pacarnya,” kata Ze. Aku sedikit ragu dan meneteskan air mata. “kenapa aku mencintai orang yang salah selama ini?” kataku menambah tangisanku. Isak tangisku terdengar oleh Vhe dan Gea. “kenapa dia?” tanya Vhe dan Gea. “kamu tidak salah mencintai dia tetapi kamu hanya belum beruntung mendapatkanya,” hibur Ze. Ze berbisik kepada Gea dan Vhe atas semua ini. “sudahlah Dis, kenapa harus menangis karena cinta?” hibur Gea. “iya, dia bukan sosok yang baik untuk kamu. Banyak cowok yang mau sama kamu di luar sana. Bahkan lebih baik dari Reza,” ungkap Vhe memberi semangat. Aku terharu dengan semuanya. Aku memeluk erat tubuh ketiga sahabatku itu dengan penuh keikhlasan dan aku tau dia bukanlah untukku.

 

 

13.1.1 Mengidentifikasi alur, penokohan, sudut pandang, setting, tema dalam cerpen yang dibaca

 

  1. Alur

Analisis data : Dilihat dari keterangan waktu alur dalam cerpen tersebut adalah alur maju

Data pendukung :

  • Pengenalan situasi cerita  : Awal masuk sekolah pasti ada MOS yaitu Masa Orientasi Siswa. Aku menginjak ke SMP, bersama teman-teman SD ku dulu aku berkumpul dan membicarakan tentang MOS. “Gadis…,” begitu teman-teman memanggilku.
  • Pengungkapan peristiwa : Aku, Vhe, Ze, dan Gea sudah berteman sangat lama. Sudah lima bulan aku masuk di kelas 7 C. Bersama-sama dengan ketiga sahabatku itu. Tiba-tiba perbincanganku tersentak oleh sosok cowok yang memasuki kelasku. Dia…… Dia…… “Dis, kenapa melongo?” gertak Ze. “eemm, eh, eng… enggak papa,” kataku gugup.
  • Menuju pada adanya konflik : Aku semakin salah tingkah dibuatnya. Sosok cowok itu pun pergi meninggalkan kelasku. “siapa emangnya?” tanya Vhe dan Ze bersamaan. “Arezaldhi,” kata Gea. “kamu suka ya Dis?” tanya Ze ingin tau. “sok tau kamu Ge,” kataku. “uhuui, jatoh ci’inta agi,” ledek Ze. “apaan sih kalian?” kataku meninggalkan mereka bertiga yang semakin meledekku.
  • Puncak konflik : Gea mengajakku ke tempat yang sepi, dan Ze tampak serius memandangku. “apa kamu bener suka Reza?” tanya Ze menatap kedua mataku. Aku tidak tau harus berkata apa. Semua kebingunan merasuki otakku. Aku terdiam mematung. “iya,” kataku lirih“Aku punya informasi tentang si Reza itu,” ungkap Ze. “info apa?” tanyaku kebingungan. “dia sudah mempunyai pacar,” kata Ze berbisik kepadaku. “kamu tau dari siapa?” tanyaku sedih. “kamu tau Viona Adelima kan?” kata Ze menguatkan. “ya.” “dialah pacarnya,” kata Ze.
  • Penyelesaian :  Ze berbisik kepada Gea dan Vhe atas semua ini. “sudahlah Dis, kenapa harus menangis karena cinta?” hibur Gea. “iya, dia bukan sosok yang baik untuk kamu. Banyak cowok yang mau sama kamu di luar sana. Bahkan lebih baik dari Reza,” ungkap Vhe memberi semangat. Aku terharu dengan semuanya. Aku memeluk erat tubuh ketiga sahabatku itu dengan penuh keikhlasan dan aku tau dia bukanlah untukku.
  1. Penokohan
    1. Gadis Grittenatha Gladia

Analisis data : karakter tokoh dikemukakan melalui penggambaran fisik dan perilaku tokoh, Gadis termasuk anak yang demam panggung

Data pendukung : Suatu hari acara ulang tahun sekolahku. Setiap kelas harus menampilkan minimal satu pementasan. Semua teman kelasku memilihku untuk menyanyi solo. Tapi aku seorang remaja yang demam panggung. Dan aku pun ditemani oleh Gea yang suaranya lumayan bagus walaupun nggak sebagus suaraku… hehehe J. Malam ulang tahun itu tiba yang memang bertepatan dengan hari ulang tahunku. “grogi aku Ge,” kataku sambil gemeteran. “enjoy saja Dis,” kata Gea memberiku semangat. “aku bener-bener demam panggung,” kataku dengan keringat dingin. “nanti ada Reza kan yang ngeliat?” ejek Gea. “jadi nama panggilanya Reza,” kataku sedikit tersenyum. “iya.” Hari yang membuatku di selimuti oleh kegerogian yang luar biasa. Karena aku dan Gea akan mewakili kelasku untuk memberikan penampilan yang terbaik.

  1. Algea Radista

Analisis data : kita dapat mengetahui penokohan dari sikap pelaku lain terhadap tokoh tersebut bahwa Gea adalah anak yang cantik

Data pendukung : “Gadis…,” sapa Ze dan Vhe. “ehh kalian,” kataku memandang Ve dan Zhe. Vhe dan Ze tersenyum manis kepada Gea. “ini Gea,” kataku memperkenalkan. “aku Vhe,” kata Vhe memperkenalkan dirinya. “aku Ze,” kata Ze juga memperkenalkan dirinya. “so beautiful,” kata Vhe memuji kecantikan Gea. “thank you very much,” kata Gea menjawab pujian Vhe dengan malu.

  1. Zeazahra Modhyantias

Analisis data : kita dapat mengetahui penokohan dari sikap pelaku lain terhadap tokoh tersebut bahwa watak Zea adalah teliti

Data pendukung :Kami bertiga mencari namaku yang semenjak tadi tak ketemu-ketemu. “Gadis, sini deh,” kata Ze memanggilku. “ada namaku?” tanyaku penasaran. “ini nih kita satu gugus, Gadis Grittenatha Gladia, Zeazahra Modhyantias, Vhealovin Jhuastian,” kata Ze membaca nama kita bertiga. “wah, hebat kau Ze. Dari tadi aku cari-cari gak ketemu,” kataku memuji Ze. “ya udah kita masuk yuk,” ajak Vhe.

  1. Vhealovin Jhuastian

Analisis data : kita dapat mengetahui penokohan dari sikap pelaku dalam menghadapi masalah watak Vhe adalah perhatian

Data pendukung : Ze berbisik kepada Gea dan Vhe atas semua ini. “sudahlah Dis, kenapa harus menangis karena cinta?” hibur Gea. “iya, dia bukan sosok yang baik untuk kamu. Banyak cowok yang mau sama kamu di luar sana. Bahkan lebih baik dari Reza,” ungkap Vhe memberi semangat. Aku terharu dengan semuanya. Aku memeluk erat tubuh ketiga sahabatku itu dengan penuh keikhlasan dan aku tau dia bukanlah untukku.

  1. Sudut pandang : akuan sertaan

Analisis data : pengarang masuk dalam cerita dan sebagai tokoh utama

Data pendukung : Sampai di kelas aku menerima materi awal-awal perkenalan. Kutatap wajah seorang cowok yang berada di seberang mejaku saat itu. Sebelum materi di mulai, absensi siswa MOS saat itu di percepat. Berpasang-pasangan. Dan tak kusangka namaku dipanggil dan cowok yang berada di sampingku tadi juga maju dan ternyata dia bernama Arezaldhi Birasanjaya. Setelah tanda tangan kehadiran, kami kembali ke tempat duduk semula. Materi pembelajaran untuk jam pertama sudah usai saatnya istirahat. Aku, Vhe, dan Ze menyergap kantin sekolah dan berdesak-desakan. Dan kulihat lagi cowok yang mempunyai nama Arezaldhi Birasanjaya sedang asyiknya ngobrol dengan teman barunya di depan kelas. Sepertinya aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Sudah 15 menit waktu untuk istirahat. Waktunya masuk kembali untuk bermain dan belajar.

  1. Setting
    1. Setting tempat

i.      UKS

Data pendukung : Hari pertama MOS itu sangat membosankan bagiku. Apa lagi harus berpanas-panasan untuk upacara pembukaan MOS. Banyak korban pingsan di lapangan sekolah itu. Tenggorokanku mulai kering dan sungguh membuat kepalaku menjadi pusing. Tak lama, aku merasa sudah tak berdaya dan jatuh pingsan. Tak lama aku membuka kedua mataku dan ternyata aku berada di UKS sekolah. Bersama anggota PMR yang menjadi kakak kelasku waktu itu. Aku masih lemas untuk beranjak dari tempat tidur. Dua sahabatku datang menjengukku. Dan aku di tuntutnya untuk berjalan menuju kelas.

ii.      Kelas

Data pendukung : Sampai di kelas aku menerima materi awal-awal perkenalan. Kutatap wajah seorang cowok yang berada di seberang mejaku saat itu. Sebelum materi di mulai, absensi siswa MOS saat itu di percepat. Berpasang-pasangan. Dan tak kusangka namaku dipanggil dan cowok yang berada di sampingku tadi juga maju dan ternyata dia bernama Arezaldhi Birasanjaya. Setelah tanda tangan kehadiran, kami kembali ke tempat duduk semula.

iii.      Panggung pensi

Data pendukung : Dengan genggaman erat tangan Gea aku dengan gugupnya menaiki panggung dan mengecek mikrofon. Tepuk tangan pun mulai terdengar. Seolah aku tak bisa membayangkan diriku nanti. Dentuman musik R&B mulai terdengar. Dalam hitungan detik syair lagu akan mulai dinyanyikan. Gea dengan semangat dan PD-nya menari-nari happy, sedangkan aku … ????

iv.      Tempat yang sepi

Data pendukung : Mau kemana?” tanya Gea. “bentar aja,” teriak Ze dari kejauhan. Gea mengajakku ke tempat yang sepi, dan Ze tampak serius memandangku. “apa kamu bener suka Reza?” tanya Ze menatap kedua mataku. Aku tidak tau harus berkata apa. Semua kebingunan merasuki otakku. Aku terdiam mematung. “iya,” kataku lirih.

  1. Setting waktu

i.      Pagi

Data pendukung : Hari pertama MOS itu sangat membosankan bagiku. Apa lagi harus berpanas-panasan untuk upacara pembukaan MOS. Banyak korban pingsan di lapangan sekolah itu. Tenggorokanku mulai kering dan sungguh membuat kepalaku menjadi pusing. Tak lama, aku merasa sudah tak berdaya dan jatuh pingsan.

ii.      Jam istirahat

Data pendukung : Materi pembelajaran untuk jam pertama sudah usai saatnya istirahat. Aku, Vhe, dan Ze menyergap kantin sekolah dan berdesak-desakan. Dan kulihat lagi cowok yang mempunyai nama Arezaldhi Birasanjaya sedang asyiknya ngobrol dengan teman barunya di depan kelas. Sepertinya aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Sudah 15 menit waktu untuk istirahat. Waktunya masuk kembali untuk bermain dan belajar.

iii.      Siang

Data pendukung : MOS sudah berjalan tiga hari. Hari ini adalah hari terakhir MOS. Dengan aturan hari ini, aku memakai kaos kaki berbeda warna, dengan rambut yang di kucir sangat banyak seperti orang gila. Semua murid MOS mengikuti upacara penutupan MOS. Hari yang panas. Terasa seperti di panggang. Banyak korban pingsan di lapangan itu. Akhirnya upacara penutupan MOS dipercepat.

  1. Setting suasana

i.      Terpesona

Data pendukung : Materi pembelajaran untuk jam pertama sudah usai saatnya istirahat. Aku, Vhe, dan Ze menyergap kantin sekolah dan berdesak-desakan. Dan kulihat lagi cowok yang mempunyai nama Arezaldhi Birasanjaya sedang asyiknya ngobrol dengan teman barunya di depan kelas. Sepertinya aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Sudah 15 menit waktu untuk istirahat. Waktunya masuk kembali untuk bermain dan belajar.

ii.      Memalukan

Data pendukung : Tiba-tiba perbincanganku tersentak oleh sosok cowok yang memasuki kelasku. Dia…… Dia…… “Dis, kenapa melongo?” gertak Ze. “eemm, eh, eng… enggak papa,” kataku gugup. “kenapa sih?” tanya Gea. “iya, pelit banget gak mau ngasih tau,” tanya Vhe semakin mendesak. Mereka bertiga melihatku memandangi Arezaldhi sejak tadi. “oo, itu toh yang buat kamu melongo,” ucap Gea menggentakkan jantungku. “siapa, mana?” kataku bertanya-tanya dengan ragu. “itu tuh,” kata Gea menyenggol lenganku dan melirik Arezaldhi. “apaan?”. “sok gak tau nih,” gertak Gea lagi. Aku semakin salah tingkah dibuatnya. Sosok cowok itu pun pergi meninggalkan kelasku. “siapa emangnya?” tanya Vhe dan Ze bersamaan. “Arezaldhi,” kata Gea. “kamu suka ya Dis?” tanya Ze ingin tau. “sok tau kamu Ge,” kataku. “uhuui, jatoh ci’inta agi,” ledek Ze. “apaan sih kalian?” kataku meninggalkan mereka bertiga yang semakin meledekku.

iii.      Meriah

Data pendukung : Acara itu pun dimulai. Dimulai dari kelas 9 lalu dilanjutkan kelas 8 lalu menuju kelas 7. Penampilan yang begitu spektakuler telah ditampilkan dengan penuh semangat. Beribu-ribu tepuk tangan mengiri suasana tersebut. Tiba giliran kelas 7 C yang menampilkan aktrasinya.

iv.      Memenegangkan

Data pendukung : Malam ulang tahun itu tiba yang memang bertepatan dengan hari ulang tahunku. “grogi aku Ge,” kataku sambil gemeteran. “enjoy saja Dis,” kata Gea memberiku semangat. “aku bener-bener demam panggung,” kataku dengan keringat dingin. “nanti ada Reza kan yang ngeliat?” ejek Gea. “jadi nama panggilanya Reza,” kataku sedikit tersenyum. “iya.” Hari yang membuatku di selimuti oleh kegerogian yang luar biasa. Karena aku dan Gea akan mewakili kelasku untuk memberikan penampilan yang terbaik.

v.      Menyedihkan

Data pendukung : “Aku punya informasi tentang si Reza itu,” ungkap Ze. “info apa?” tanyaku kebingungan. “dia sudah mempunyai pacar,” kata Ze berbisik kepadaku. “kamu tau dari siapa?” tanyaku sedih. “kamu tau Viona Adelima kan?” kata Ze menguatkan. “ya.” “dialah pacarnya,” kata Ze. Aku sedikit ragu dan meneteskan air mata. “kenapa aku mencintai orang yang salah selama ini?” kataku menambah tangisanku. Isak tangisku terdengar oleh Vhe dan Gea.

vi.      Mengharukan

Data pendukung : Ze berbisik kepada Gea dan Vhe atas semua ini. “sudahlah Dis, kenapa harus menangis karena cinta?” hibur Gea. “iya, dia bukan sosok yang baik untuk kamu. Banyak cowok yang mau sama kamu di luar sana. Bahkan lebih baik dari Reza,” ungkap Vhe memberi semangat. Aku terharu dengan semuanya. Aku memeluk erat tubuh ketiga sahabatku itu dengan penuh keikhlasan dan aku tau dia bukanlah untukku.

  1. Tema

Analisis data : Dilihat dari dialog nya cerpen ini bertema persahabatan

Data pendukung : Isak tangisku terdengar oleh Vhe dan Gea. “kenapa dia?” tanya Vhe dan Gea. “kamu tidak salah mencintai dia tetapi kamu hanya belum beruntung mendapatkanya,” hibur Ze. Ze berbisik kepada Gea dan Vhe atas semua ini. “sudahlah Dis, kenapa harus menangis karena cinta?” hibur Gea. “iya, dia bukan sosok yang baik untuk kamu. Banyak cowok yang mau sama kamu di luar sana. Bahkan lebih baik dari Reza,” ungkap Vhe memberi semangat. Aku terharu dengan semuanya. Aku memeluk erat tubuh ketiga sahabatku itu dengan penuh keikhlasan dan aku tau dia bukanlah untukku.

13.1.2 Mengidentifikasi teknik pendeskripsian watak dan penggunaan sudut pandang

  1. Pendeskripsian watak
    1. Gadis Grittenatha Gladia

Analisis data : Karakter tokoh dikemukakan melalui penggambaran fisik dan perilaku tokoh, Gadis termasuk anak yang demam panggung

Data pendukung : Suatu hari acara ulang tahun sekolahku. Setiap kelas harus menampilkan minimal satu pementasan. Semua teman kelasku memilihku untuk menyanyi solo. Tapi aku seorang remaja yang demam panggung. Dan aku pun ditemani oleh Gea yang suaranya lumayan bagus walaupun nggak sebagus suaraku… hehehe J. Malam ulang tahun itu tiba yang memang bertepatan dengan hari ulang tahunku. “grogi aku Ge,” kataku sambil gemeteran. “enjoy saja Dis,” kata Gea memberiku semangat. “aku bener-bener demam panggung,” kataku dengan keringat dingin. “nanti ada Reza kan yang ngeliat?” ejek Gea. “jadi nama panggilanya Reza,” kataku sedikit tersenyum. “iya.” Hari yang membuatku di selimuti oleh kegerogian yang luar biasa. Karena aku dan Gea akan mewakili kelasku untuk memberikan penampilan yang terbaik.

  1. Algea Radista

Analisis data : Kita dapat mengetahui penokohan dari sikap pelaku lain terhadap tokoh tersebut bahwa Gea adalah anak yang cantik.

Data pendukung : “Gadis…,” sapa Ze dan Vhe. “ehh kalian,” kataku memandang Ve dan Zhe. Vhe dan Ze tersenyum manis kepada Gea. “ini Gea,” kataku memperkenalkan. “aku Vhe,” kata Vhe memperkenalkan dirinya. “aku Ze,” kata Ze juga memperkenalkan dirinya. “so beautiful,” kata Vhe memuji kecantikan Gea. “thank you very much,” kata Gea menjawab pujian Vhe dengan malu.

  1. Zeazahra Modhyantias

Analisis data : Kita dapat mengetahui penokohan dari sikap pelaku lain terhadap tokoh tersebut bahwa watak Zea adalah teliti.

Data pendukung : Kami bertiga mencari namaku yang semenjak tadi tak ketemu-ketemu. “Gadis, sini deh,” kata Ze memanggilku. “ada namaku?” tanyaku penasaran. “ini nih kita satu gugus, Gadis Grittenatha Gladia, Zeazahra Modhyantias, Vhealovin Jhuastian,” kata Ze membaca nama kita bertiga. “wah, hebat kau Ze. Dari tadi aku cari-cari gak ketemu,” kataku memuji Ze. “ya udah kita masuk yuk,” ajak Vhe.

  1. Vhealovin Jhuastian

Analisis data : Kita dapat mengetahui penokohan dari sikap pelaku dalam menghadapi masalah watak Vhe adalah perhatian.

Data pendukung : Ze berbisik kepada Gea dan Vhe atas semua ini. “sudahlah Dis, kenapa harus menangis karena cinta?” hibur Gea. “iya, dia bukan sosok yang baik untuk kamu. Banyak cowok yang mau sama kamu di luar sana. Bahkan lebih baik dari Reza,” ungkap Vhe memberi semangat. Aku terharu dengan semuanya. Aku memeluk erat tubuh ketiga sahabatku itu dengan penuh keikhlasan dan aku tau dia bukanlah untukku.

  1. Sudut pandang : Akuan sertaan

Analisis data : Pengarang masuk dalam cerita dan sebagai tokoh utama

Data pendukung : Sampai di kelas aku menerima materi awal-awal perkenalan. Kutatap wajah seorang cowok yang berada di seberang mejaku saat itu. Sebelum materi di mulai, absensi siswa MOS saat itu di percepat. Berpasang-pasangan. Dan tak kusangka namaku dipanggil dan cowok yang berada di sampingku tadi juga maju dan ternyata dia bernama Arezaldhi Birasanjaya. Setelah tanda tangan kehadiran, kami kembali ke tempat duduk semula. Materi pembelajaran untuk jam pertama sudah usai saatnya istirahat. Aku, Vhe, dan Ze menyergap kantin sekolah dan berdesak-desakan. Dan kulihat lagi cowok yang mempunyai nama Arezaldhi Birasanjaya sedang asyiknya ngobrol dengan teman barunya di depan kelas. Sepertinya aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Sudah 15 menit waktu untuk istirahat. Waktunya masuk kembali untuk bermain dan belajar.

13.2 Menemukan nilai dalam cerpen yang dibaca

  1. Nilai moral : Jangan mudah tertarik hanya dalam jangka waktu yang singkat

Data pendukung : Materi pembelajaran untuk jam pertama sudah usai saatnya istirahat. Aku, Vhe, dan Ze menyergap kantin sekolah dan berdesak-desakan. Dan kulihat lagi cowok yang mempunyai nama Arezaldhi Birasanjaya sedang asyiknya ngobrol dengan teman barunya di depan kelas. Sepertinya aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Sudah 15 menit waktu untuk istirahat. Waktunya masuk kembali untuk bermain dan belajar.

  1. Nilai sosial : Selalu ada untuk sahabat

Data pendukung : Isak tangisku terdengar oleh Vhe dan Gea. “kenapa dia?” tanya Vhe dan Gea. “kamu tidak salah mencintai dia tetapi kamu hanya belum beruntung mendapatkanya,” hibur Ze. Ze berbisik kepada Gea dan Vhe atas semua ini. “sudahlah Dis, kenapa harus menangis karena cinta?” hibur Gea. “iya, dia bukan sosok yang baik untuk kamu. Banyak cowok yang mau sama kamu di luar sana. Bahkan lebih baik dari Reza,” ungkap Vhe memberi semangat. Aku terharu dengan semuanya. Aku memeluk erat tubuh ketiga sahabatku itu dengan penuh keikhlasan dan aku tau dia bukanlah untukku.

peta konsep biografi

chart

heheheh

Rasulullah bersabda “kelak di neraka akan lebih banyak wanita dari pada pria”, putri Rasulullah yang bernama Siti Fatimah bertanya, “mengapa demikian wahai ayah?”
Rasulullah menjawab “itu dikarenakan 3 hal anakku, karena wanita yang tidak bisa menjaga lisannya, wanita yang tidak menutup auratnya, dan yang terpenting adalah wanita yang tidak tersenyum pada suaminya”

SATE BUMBU KACANG

Reblogged from :: Resep Masakan Khas :::

Bahan-bahan :

  • 750 gr kacang digoreng, buang kulitnya, dihaluskan
  • 500 ml santan sedang kentalnya
  • 2 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk
  • 3 batang sereh
  • 5 siung bawang putih dirajang dan digoreng
  • 1 sdt garam
  • 2 sdm gula merah disisir
  • Kecap manis dan jeruk limo secukupnya.
  • Daging ayam atau daging kambing untuk sate.
  • Potong dadu sesuai selera, tusuk dengan tusuk sate, bakar.

Read more… 44 more words

101% untuk Allah

1 x 8 + 1 = 9

12 x 8 + 2 = 98

123 x 8 + 3 = 987

1234 x 8 + 4 = 9876

12345 x 8 + 5 = 98765

123456 x 8 + 6 = 987654

1234567 x 8 + 7 = 9876543

12345678 x 8 + 8 = 98765432

123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11

12 x 9 + 3 = 111

123 x 9 + 4 = 1111

1234 x 9 + 5 = 11111

12345 x 9 + 6 = 111111

123456 x 9 + 7 = 1111111

1234567 x 9 + 8 = 11111111

12345678 x 9 + 9 = 111111111

123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88

98 x 9 + 6 = 888

987 x 9 + 5 = 8888

9876 x 9 + 4 = 88888

98765 x 9 + 3 = 888888

987654x 9 + 2 = 8888888

9876543 x 9 + 1 = 88888888

98765432 x 9 + 0 = 888888888

Hebatkan?

Coba lihat simetri ini :

1 x 1 = 1

11 x 11 = 121

111 x 111 = 12321

1111 x 1111 = 1234321

11111 x 11111 = 123454321

111111 x 111111 = 12345654321

1111111 x 1111111 = 1234567654321

11111111 x 11111111 = 123456787654321

111111111 x 111111111 = 12345678987654321

kurang hebat,,,,

Sekarang lihat ini

Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?

Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.

Bagaimana bila ingin mencapai 101%?

Apakah nilai 100% dalam hidup?

Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi

jawabannya.

Jika ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :

11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K

8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G-E

11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E

1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD

12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%

atau, SAYANG ALLAH

19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%

Obrolan Matematika: Benarkah 4 = 5?.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.