AIR dan DOA

AIR adalah SUMBER KEHIDUPAN

  • Dan Kami Jadikan Segala Yang Hidup Dari AirMengapa Mereka Tidak Beriman ? (Al-Anbiyaa:30)
  • Dan Dia Yang Menciptakan Semua Binatang Dari Air (An-Nur: 45)

73% Muka Bumi Adalah Air.  Bila Muka Bumi Diratakan, Seluruh Daratan Akan Terendam Air 3 km. Kandungan air pada tubuh manusia :

  1. Tubuh:  65 %
  2. Otak:    74,5 %
  3. Otot:    75,6 %
  4. Darah:   83 %
  5. Ginjal:   82,7 %
  6. Tulang:  22 %

knd air

•Air dari mata air atau danau.
•Lalu diberi rangsangan berbagai jenis pesan ungkapan dan perasaan, tulisan, gambar, foto, musik.
•Didinginkan –5oC sehingga air mengkristal
•Lalu difoto dengan teknologi tinggi sehingga nampak bentuk KRISTAL
knd aira aa aaa aaaa aaaaa
•Air mampu “menangkap” respon dalam bahasa apapun (tulisan, suara, dan gambar)
•Bila respon positif akan membentuk struktur ‘POSITIF’ dan sebaliknya
•Getaran air merambat ke molekul air ditubuh manusia (75%) dan mempengaruhi perilaku manusia
“berdoalah dahulu sebelum makan atau minum, insyaAllah akan berpengaruh baik untuk diri Anda”

 

Pola Kegiatan Suatu Perekonomian

BAB I

PENDHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Dalam teori permintaan dan penawaran dan dalam analisis mengenai kelakuan konsumen telah diterangkan intraksi di antara penjual dan pembeli didalam menentukan jenis barang dan jumlah barang yang perlu diproduksikan. Dalam analisis strukur pasar diterangkan pula mengenai kelakuan produsen-produsen menentukan tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungannya. Manakala dalam teori distribusi, atau teori mengenai penentuan harga faktor-faktor produksi, diterangkan mengenai interaksi di antara perusahaan-perusahaan dan pemilik faktor produksi dalam menentukan ganjaran yang diberikan kepada brbagai faktor produksi.

Ditinjau secara keseluruhan teori-teori tersebut yang membentuk teori mikro ekonomi, dapat dipandang sebagai teori yang menggambarkan bagaimana suatu sistem pasar bebas beroperasi. Maka, untuk melengkapi analisis tersebut, perlulah dibuat penilaian tentang efisiensi tentang pasar bebas. Untuk tujuan tersebut bab ini akan membahas tiga aspek berikut: (i) gambaran umum mengenai pola kegiatan suatu perekonomian pasar bebas, (ii) kebaikan dan kelemahan sistem pasar bebas dan (iii) bentuk-bentuk campur tangan pemerintah.

  1. RUMUSAN MASALAH
    1. Bagaimnakah konsep uang itu?
    2. Bagaimanakan perdagangan dan apa saja spesialisali perekonomian?
    3. Siapa saja pelaku kegiatan ekonomi?
    4. Bagaimana jalannya sirkulasi aliran pendapatan?
    5. Bagaimana cara kerja mekanisme pasar?
    6. TUJUAN
      1. Memahami konsep uang
      2. Memahami arti perdagangan dan spesialisasi perekonomian
      3. Mengetahui pelaku ekonomi
      4. Memahami jalannya sirkulasi aliran pendapatan
      5. Memahami cara kerja mekanisme pasar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN MATERI

  1. KONSEP UANG

Suatu perekonomian yang menggunakan uang sebagai perntara dalam kegiatan tukar menukar (perdagan) dikenal sebagai perekonomian uang. Bisa dikatakan seluruh masyarakat di dunia menggunakan konsep perekonomian uang. Secara umum dapat diktakan bahwa kemajuan perekonomian akan menyababkan peranan uang menjadi semakin penting dalam perekonomian. Karena, semakin maju suatu perekonomian maka makin penting peranan kegiatan perdagangan dalam perekonomian tersebut.

Dalam perekonomian substen perdagangan sangatlah terbatas, karena hasil produksi diutamakan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Dalam perekonomian yang lebih maju, corak kegiatan ekonomi tidak seperti itu lagi. Penggunaan uang memungkinkan mereka melakukan spesialisasi. Mereka tidak harus memproduksi barang dan jasa yang mereka butuhkan sendiri, tapi lebih dikhususkan memproduksi barang dan jasa yang disediakan dengan lebih efisien.

 

 

 

 

 

  1. PERDAGANGAN DAN SPESIALISASI

Gambar tersebut menunjukkan adanya uang persoalan “kesesuaian ganda dari keinginan” bukan syarat untuk melakukan tukar menukar dan perdagangan. Dari gambar dapat disimpulkan :

  1. Wujudnya uang sebagai alat tukar menukar untuk melancarkan perdagangan
  2. Semakin lancarnya perusahaan akan memberi dampak pada perusahaan. Sehingga merangsang masyarakat untuk meningkatkan speialisasi dan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka
  3. PELAKU KEGIATAN EKONOMI

Pelaku-pelaku kegiatan ekonomi dibedakan menjadi tiga yaitu :

  1. Rumah tangga. Rumah tangga adalah pemilik berbagai faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian, sektor ini menyediakan tenaga kerja dan tenaga usahawan, selain itu juga faktor-faktor produksi seperti barang-barang modal dan kekayaan alam.
  2. Perusahaan. Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa.
  3. Pemerintah. Pemerintah dalam hal ini badan-badan pemerintah bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Selain mengatur dan mengawasi kegiatan-kegiatan ekonomi rumah tangga dan perusahaan, pemerintah juga melakukan sendiri beberapa kegiatan ekonomi, seperti kegiatan mengembangkan prasarana ekonomi, misalnya jalan raya, pelabuhan dan bandara.
  4. SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN

Sirkulasi aliran pendapatan menunjukkan bentuk aliran faktor produksi, pendapatan, barang serta jasa dan pengeluaran antara sektor rumah tangga dan sektor perusahaan.

Kegiatan para pengusaha memproduksi barang dan jasa bukanlah digunakan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk dijual agar mendapatkan untung. Rumah tangga adalah pembeli barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan. Berbagai jenis pendapatan diterima oleh factor produksi yang dimiliki rumah tangga akan mereka gunakan untuk memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan. Kecenderungan ini menimbulkan adanya dua aliran, yang pertama dalam bentuk uang dan yang kedua dalam bentuk barang.

  1. BEKERJANYA MEKANISME PASAR

Mekanisme pasar adalah suatu penilaian awal. Kemajuan yang telah dicapai berbagai masam perekonomian, terutama yang diterapkan di Negara maju membuktikan bahwa mekanisme pasar adalah system yang cukup efisien dalam mengalokasikan berbagai factor produksi dan mengembangkan perekonomian, tetapi  dalam kadaan tertentu dapat menimbulkan beberapa akibat buruk sehingga diperlukan campur tangan pemerintah.

Kelebihan :

  1. Pasar dapat member informasi yang lebih tepat
  2. Pasar member perangsang untuk mengembangkan kegiatan usaha
  3. Pasar member perangsang untuk memperoleh keahlian modern
  4. Pasar menggalakkan penggunaan barang dan factor produksi secara efisien
  5. Pasar memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi

Kelemahan :

  1. Kebebasan yang tidak terbatas menindas golongan tertentu
  2. Kegiatan ekonomi sangat tidak stabil keadaannya
  3. System pasar dapat menimbulkan monopoli
  4. Mekanisme pasar tidak dapat menyediakan beberapa jenis barang secara efisien
  5. Kegiata konsumen dan produsen mungkin menimbulkan eksternalitas yang merugikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. SIMPULAN
  2.  Suatu perekonomian yang menggunakan uang sebagai perntara dalam kegiatan tukar menukar (perdagan) dikenal sebagai perekonomian uang.
  3. Spesialisasi adalah memproduksi barang secara khusus sehingga daoat dilakukan dengan efisien
  4. Pelaku-pelaku kegiatan ekonomi dibedakan menjadi tiga yaitu rumah tangga, perusahaan dan pemerintah
  5. Sirkulasi aliran pendapatan menunjukkan bentuk aliran faktor produksi, pendapatan, barang serta jasa dan pengeluaran antara sektor rumah tangga dan sektor perusahaan, sehingga memperjelas corak suatu kegiatan ekonomi
  6. Kemajuan yang telah dicapai berbagai masam perekonomian, terutama yang diterapkan di Negara maju membuktikan bahwa mekanisme pasar adalah system yang cukup efisien dalam mengalokasikan berbagai factor produksi dan mengembangkan perekonomian

Sistem Susunan Saraf dan Penginderaan

BAB I

PENDHULUAN

  1. TUJUAN
    1. Memahami system saraf dan penginderaan
    2. Memahami anatomi sel saraf dan penginderaan
    3. Memahami fungsi saraf dan penginderaan
    4. Mengetahui kelainan pada system penginderaan

BAB II

PEMBAHASAN MATERI

  1. SISTEM SARAF

Sistem saraf adalah suatu jalinan jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling beraturan antara satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan, dan mengontrol interaksi antara individu dan lingkungan sekitarnya. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:

 

  • Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
  • Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
  • Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar
  1. STRUKTUR SEL PADA SISTEM SARAF
    1. Neuron

Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel

(perikarion/soma), nucleus (inti sel), akson, dan dendrite.

  • Badan Sel (perikarion/soma)

Setiap neuron memiliki sebuah badan sel yang berisi nucleus yang di dalamnya terdapat kromosom (DNA) serta bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.

  • Nucleus (inti sel)

Nucleus berada di dalam badan sel, yang berisi kromosom dari sel saraf. Nucleus berfungsi untuk mengtur segala kegiatan yang dilakukan oleh sel saraf.

  • Akson (Neurit)

Akson merupakan prosesus yang menghantarkan impuls dari badan sel ke tombol terminal (sitoplasma) dan jumlahnya biasanya satu. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel-sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.

  • Dendrite

Dendrit merupakan prosesus yang menghantarkan impuls menujubadan sel dan jumlahnya biasanya banyak.

  1. Sel Glia (Sel Pendukung)

Di antara neuron-neuron terdapat sel glia (neuroglia) yang merupakan sel-sel pendukung (supporting cells) untuk keefektifan kerja neuron. Sel glia ini dapat membantu neuron melekat pada tempatnya dan memberinya nutrisi. Macam-macam sel glia yaitu :

  1. Astrocyte (star cell), berfungsi mengikat neuron-neuron dengan pembuluh darah, mengatur larutan kimia dalam cairan yang mengelilingi neuron, menyokong dan memproteksi sistem saraf.
  2. Oligodendrocyte, berfungsi mengikat neuron-neuron dengan jarikngan ikat, membentuk selubung myelin di sekitar axon pada SSP.
  3. Microglia, berfungsi sebagai fagosit pada proses fagositosis sel-sel mati di jaringan otak yang rusak.
  4. FISIOLOGI SINAPS
    1. Struktur Sinaps

Sinaps adalah penghubung antar neuron. Fungsi sinaps ini menghubungkan tombol terminal pada ujung axon sebuah neuron

dengan membran neuron yang lain. Membran pada tombol terminal dikenal sebagai membran presinaps, sedangkan membran pada neorron penerima dikenal sebagai membran postsinaps. Kedua membran tersebut dipisahkan oleh suatu celah sinaps (synaptic cleft) yang lebarnya ± 200-300 angstrom. Ujung presinapsmempunyai 2 struktur dalam yang berguna untuk penerus rangsang  atau penghambat sinaps, yaitu kantong sinaps (synaptic vesicle) dan mitokondria. Sebagian besar ujung presinaps bersifat mudah dirangsang (excitatory) dan akan mensekresi suatu bahan yang merangsang neuron postsinaps, sedangkan yang lainnya bersifat mudah dihambat (inhibitory) dan akan mensekresi suatu bahan yang dapat menghambat neuron. Kantong sinaps mengandung bahan transmitter (neurotransmiter) yang bila dilepaskan ke dalam celah sinaps dapat merangsang atau menghambat neuron tergantung reseptor pada membran neuron. Mitokondria akan menyediakan ATP yang dibutuhkan untuk mensintesa bahan-bahan transmitter baru.

  1. Konduksi Aksonal

Penjalaran impuls saraf terjadi di sepanjang axon.  Jika axon terkena rangsangan pada pusatnya, axon itu akan mengeluarkan impuls kesalah satu arah, yaitu menuju badan sel atau menjauhi badan sel. Gerakan impuls saraf ini bersifat elektrokimiawi. Selaput tipis yang menghubungkan protoplasma sel daya tembusnya tidak sama terhadap berbagai jenis muatanion listrik yang biasanya mengapung dalam protoplasma dan cairan sekeliling sel. Dalam keadaan istirahat, selaput sel mengeluarkan muatan ion sodium positif  (Na+) dan memberi jalan masuk ion potassium (K+) serta klorida(Cl-). Akibatnya terdapat kekuatan listrik lemah, atau perbedaan voltase di seberang selaput.  Di bagian dalam sel saraf lebih negatif daripada di bagian luar. Keadaan demikian disebut potensi istirahat (resting potential). Jika axon terkena rangsangan, kekuatan elektrik  di seberang selaput berkurang tepat pada waktu adanya rangsang. Jika pengurangan potensi itu cukup besar, daya tembus selaput sel mengalami perubahan  sehingga ion sodium memasuki sel, proses ini disebut depolarisasi, dan sekarang bagian luar selaput sel menjadi lebih negatif dibanding dengan bagian luar  sel. Fenomena ini disebut potensial aksi(action potential) sebagai lawan dari potensi istirahat.

  1. Transmisi Sinaptik

Hubungan sinaps antar neuron merupakan hal yang sangat penting karena di sanalah sel saraf mengantar isyarat sebuah neuron dilepaskan atau dibakar, ketika stimulus menyentuhnya melalui banyak axon yang melampaui tahap gerbang tertentu. Aksi potensial pada neuron mengikuti asas“semuanya atau tidak sama sekali” (all or none). Terbakar atau tidaknya neuron itu tergantung pada potensi bertahap yang ada dalam dendrit dan badan sel. Potensi bertahap itu digerakan oleh rangsangan dari neuron di seberang sinaps, dan ukuran potensi itu berubah mengikuti jumlah dan jenis kegiatan yang masuk. Ketika jumlah potensi bertahap menjadi cukup besar, depolarisasi yang memadai dikeluarkan untuk menggerakan aksi potensial yang bersifat “all or none”, sehingga informasi dapat dihantarkan. Misalnya neuron yang menanggapi peregangan otot akan terbakar dalam ukuran yang sesuai dengan jumlah peregangan, makin panjangperegangan makin banyak neuron yang terbakar.

  1. SUSUNAN DAN FUNGSI SISTEM SARAF
    1. Susunan Sistem Saraf

Susunan saraf manusia tersusun dari system saraf pusat dan system saraf tepi. System saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan system saraf tepi terdiri atas system saraf somatik dan system saraf otonom.

System Saraf Pusat :

  • Otak
    • Batang otak
    • Otak kecil
    • Otak besar
    • Medulla spinalis

Sistem saraf tepi :

  • Saraf somatik
    • Saraf cranial
    • Saraf spinal
    • Saraf otonom
  1. Struktur Hirarki Otak

Struktur hirarki otak manusia dapat dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :

  • Bagian bawah; batang otak
  • Bagian tengah; sistem limbik
  • Bagan atas; korteks cerebri (neokorteks)

Para ilmuwan terutama kaum evolusionis mempercayai  bahwa otak manusia merupakan produk evolusi yang tak terhitung lamanya, sehingga ke-3 tingkatan otak di atas diidentikkan berdasarkan tahapan evolusinya sebagai otak ‘reptil’ untuk batang otak, otak ‘mamalia’ untuk sistem limbik, dan otak ‘primata’ untuk korteks.

Tabel Struktur Hirarki Otak dan Fungsinya

  1. Struktur dan Fungsi Otak

Otak terletak di dalam tengkorak. Secara anatomis terdiri dari otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batag otak. Batang otak terletak di ujung atas medulla spinalis dan terdiri dari medulla oblongata, pons, otak tengah, thalamus, dan hipotalamus.

  • Otak besar (Cerebrum)

Otak besar merupakan pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Berpikir, berbicara, melihat, bergerak, mengingat, dan mendengar termasuk kegiatan tubuh yang disadari. Otak besar dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan belahan kiri.Masing-masing belahan pada otak tersebut disebut hemister. Otak besar belahan kanan mengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri, sedangkan otak belahan kiri mengatur dan mengendalikan bagian tubuh sebelah kanan.

  • Otak kecil (Cerebellum)

Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar. Otak kecil terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian, yaitu belahan kiri dan belahan kanan yang dihubungkan oleh jembatan varol. Otak kecil berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan.

  • Batang otak

Batang otak tersusun dari medula oblangata, pons, dan otak tengah. Batang otak terletak di depan otak kecil, di bawah otak besar, dan menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Batang otak disebut dengan sumsum lanjutan atau sumsum penghubung. Batang otak terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam dan luar berwarna kelabu karena banyak mengandung neuron. Lapisan luar berwarna putih, berisi neurit dan dendrit. Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks fisiologis, seperti kecepatan napas, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan, darah, dan kegiatan lain yang tidak disadari.

  1. Medulla Spinalis

Medulla spinalis disebut dengan sumsum tulang belakang dan terletak di dalam ruas-ruas tulang belakan, yaitu tulang leher sampai dengan tulang pinggang yang kedua. Medulla spinalis berfungsi sebagai pusat gerak refleks dan menghantarkan impuls dari organ ke otak dan dari otak ke organ tubuh

  1. Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi merupakan system saraf yang menghubungkan semua bagian tubuh dengan system saraf pusat

  • System saraf somatic

System saraf somatic merupakan system saraf yang kerjanya berlangsung secara sadar oleh otak. System saraf somatic dibedakan menjadi dua, yaitu :

  • Saraf Kranialis

Saraf yang lengsung keluar dari otak disebut juga saraf otak, dan jumlahnya ada 12 pasang.

  • Saraf Spinal

Merupakan saraf yang keluar dari medulla spinalis dan merupakan persatuan kelompok serabut dari dua akar spinal. Akar dorsal membawa serabut sensorik, akar ventral membawa serabut motorik. Saraf spinal berjumlah 31 pasang, terdiri dari :

Jumlah Medula spinalis daerah Menuju
8 pasang Servix Kulit kepala, leher dan otot tangan
12 pasang Punggung Organ-organ dalam
5 pasang Lumbal/pinggang Paha
5 pasang Sakral Otot betis, kaki dan jari kaki
1 pasang Koksigeal Sekitar tulang ekor
  • Saraf Otonom

Saraf yang mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh system saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. System saraf otoonom terdiri dari system saraf simpatik dan system saraf parasimpatik

System saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar. Karena saraf pereganglion keluar dari tulang belakang. System saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang.

System saraf parasimpaatik disebut juga system saraf karnioskral. Susunan saraf parasimpatik berupa jaringan-jaringan yang terhubung dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh.

Efek Saraf Otonom pada Berbagai Organ Tubuh

  1. SUSUNAN SARAF FUNGSIONAL
    1. Sistem Sensorik

Sistem motorik merupakan sistem yang mengatur segala gerakan pada manusia. Gerakan diatur oleh pusat gerakan yang terdapat di  otak., diantaranya yaitu area motorik di korteks, ganglia basalis, dan cerebellum. Jaras untuk sistem motorik ada 2 yaitu : traktus piramidal dan ekstrapiramidal.

Traktus piramidal merupakan jaras motorik utama yang pusatnya di girus presentralis (area 4 Broadmann), yang disebut juga korteks motorik primer. Impuls motorik dari pusat motorik disalurkan melalui traktus piramidal ke saraf perifer menuju ke otot. Area motorik lain yang terletak di  depan korteks motorik primer adalah korteks premotorik (area 6 Broadmann). Area  ini merupakan area asosiasi

korteks motorik yang membangkitkan pola gerakan untuk disampaikan ke korteks motorik primer. Contoh : Orang tertusuk duri  →sensasi diteruskan ke korteks sensorik; dianalisa  →korteks sensorik asosiasi; diterjemahan →korteks premotorik; program dan pola →korteks motorik primer; eksekusi gerakan →otot; kontraksi.

Selain traktus piramidal, jaras sistem motorik ada  juga yang melalui traktus ekstrapiramidal (system ekstrapiramidal). Jaras inimelibatkan ganglia basalis dan berfungsi untuk mengatur gerakan volunter kasar dantidak terampil, seperti mengendalikan posisi berdiri, gerakan tangan pada waktu berjalan, gerak lambaian tungkai dan lengan.

  1. Sistem Motorik

Sistem sensorik pada manusia berhubungan dengan kemampuan mempersepsi (menanggapi) suatu rangsang. Sistem ini sangat penting karena berfungsi terutama untuk proteksi tubuh. Sistem ini dapat juga dimaknai sebagai perasaan tubuh atau sensibilitas.

  1. Sistem Retikuler

Seluruh daerah perpanjangan batang otak yaitu medulla, pons, dan mesensefalon merupakan daerah yang mengandung kumpulan neuron-neuron yang tersebar dan dikenal sebagai formasio retikularis. Perangsanan listrik secara tersebar pada daerah mesensefalon dan pontile formasio retikularis dapat menimbulkan aktivitas yang segera dan jelas pada korteks cerebri dan bahkan dapat membangunkan binatang yang sedang tidur. Seluruh sistem ini disebut sistem aktivasi retikuler. Sistem ini berhubungan dengan proses aktivasi otak  sehingga dapat menimbulkan keadaan siaga (waspada) ataupun sebaliknya menimbulkan keadaan tidur (Guyton, 1994).

Jika seseorang sedang tidur dan tiba-tiba ada sinyal sensorik yang sesuai masuk ke dalam sistem aktivasi retikuler, maka orang tersebut akan segera terbangun. Keadaan ini disebut ‘reaksi terbangun’ (arousal reaction). Perangsangan sistem aktivasi retikuler oleh kortekscerebri akan dijalarkan melewati jaras-jaras serabut saraf yang menuju ke formasio retikularis dari semua bagian cerebrum, yaitu : korteks somatosensorik, korteks motorik, korteks frontalis, ganglia basalis, hipokampus, hipotalamus, dan struktur limbic lainnya. Serabut saraf dari bagian motorik korteks cerebri yang menuju formasio retikularis cukup banyak, sehingga aktivitas motorik dikaitkan denganadanya aktivasi retikuler yang sangat tinggi, inilah yang menerangkan pentingnya bergerak kian kemari agar seseorang tetap dalam keadaan siaga.

  1. SISTEM PENGLIHATAN
    1. Anatomi Mata
  • Kornea

Bagian depan bola mata yang terletak di depan iris.Kornea merupakan jaringan yang jernih atau transparan yang berfungsi sebagai media refraksi.

  • Pupil

Bagian mata yang bulat merupakan celah tempat masuknya sinar ke dalam bola mata. Ukurannya dapat berubah-ubah untuk mengatur jumlah sinar yang masuk. Bila keadaan gelap maka pupil melebar (midrisis) supaya sinar yang masuk banyak. Bila keadaan terang maka pupil mengecil (miosis) supaya sinar yang masuk sedikit.

  • Iris

Suatu dinding pemisah antara bilik mata depan dengan bilik mata belakang. Iris banyak mengandung pembuluh darah dan pigmen sehingga berwarna. Pada iris terdapat 2 otot, yaitu muskulus dilatator pupillae  dan muskulus sphincter pupillae. Bila muskulus dilatator pupil kontraksi maka pupil melebar, dan bila muskulus sphincter pupil kontraksi maka pupil mengecil.

  • Lensa

Lensa mata merupaka lensa cembung yang jernih, terletak di belakang pupil, dan posisinya tergantung pada zonula zinii yang berpangkal pada corpus siliaris. Lensa dapat memipih dan mencembung untuk mengatur cahaya yang masuk agar bayangan benda jatuh tepat di retina. Inilah yang disebut proses akomodasi lensa.

  • Retina

Retina merupakan membran yang tipis, halus, tidak berwarna dan tembus pandang. Pada retina terdapat sel-sel reseptor (fotoreseptor) yaitu sel kerucut dan sel batang. Sel kerucut berfungsi dalam penglihatan terang dan penglihatan warna. Sel batang berfungsi pada penglihatan redup  atau gelap. Di retina terdapat macula lutea atau bintik kuning yang di tengahnya ada fovea centralis yang mengandung banyak sel kerucut sehingga menjadi daerah yang memilki tajam penglihatan paling baik.

  1. Gerakan Mata dan Pengaturannya

Selain organ-organ tersebut di atas, sistem penglihatan juga dipengaruhi oleh gerakan bola mata yang diatur oleh otot-otot penggerak bola mata, yaitu :

–  Muskulus rektus lateralis, untuk gerakan mata ke samping

–  Muskulus rektus medialis, untuk gerakan mata ke tengah

–  Muskulus rektus superior, untuk gerakan mata ke atas luar

–  Muskulus rektus inferior untuk gerakan mata ke bawah luar

–  Muskulus obliqus superior untuk gerak memutar bola  mata/melirik ke bawah dalam

–  Muskulus obliqus inferior untuk gerak memutar bola  mata/melirik ke atas dalam

  1. Fisiologi Penglihatan

Proses melihat terjadi karena adanya cahaya yang menyinari objek tertentu sebagai stimulusnya. Cahaya yang dapat ditangkap oleh mata manusia (visible light) adalah cahaya dalam spektrum elektromagnetik yang memilikipanjang gelombang sekitar 380 – 760 nm.

Bila mata melihat sebuah objek maka cahaya akan masuk melalui kornea, kemudian melewati celah pupil pada iris yang akan mengatur banyaknya sinar yang masuk, lalu melewati lensa yang dapat memipih dan mencembung sehingga sinar dapat difokuskan ke bintik kuning yang berada pada retina. Setelah sampai di retina cahaya tadi diteruskan sebagai impuls saraf oleh N. II (N. optikus) menuju ke otak di lobus oksipitalis, yaitu ke korteks penglihatan  primer sehingga benda tadi dapat dilihat, dan korteks penglihatan sekunder atau korteks asosiasi penglihatan sehingga benda tadi dapat dipahami.

  1. Gangguan Presepsi Visual

Gangguan presepsi visual dapat terjadi karena kerusakan otak di lobus oksipitalis, terutama area penglihatan asosiasi . Gangguan tersebut diantaranya :

Agnosia visual aperseptif, dengan gejala :

  • achromatopsia, yaitu : ketidakmampuan untuk membedakan warna, sehingga melihat dunia itu seolah-olah dalam warna abu-abu.
  • prosopagnosia, yaitu : ketidakmampuan untuk mengenal wajah denagn penglihatan meeskipun visusnya normal.

Agnosia visual asosiatif, yaitu ketidakmampuan untuk memahami objek yang dilihatmeskipun visusnya normal.

  1. SISTEM PENDENGARAN
    1. Anatomi Telinga

Sistem pendengaran berhubungan dengan organ telinga, dan yang menjadi stimulusnya adalah suara atau bunyi. Telinga secaragaris besar dibagi menjadi telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Telinga luar terdiri dari :

  • Daun telinga (auricula)
  • Lubang telinga luar (meatus acusticus externa)
  • Saluran telinga luar (canalis acustisua externa/CAE) sampai batas membrane timpani

Telinga tengah

Dipisahkan dengan CAE oleh membrane timpani, dengan  telinga dalam oleh dinding lateral labirin dan dengan pharing oleh tuba eustachius.

– Membran timpani (gendang telinga) : berbentuk elips (bundar), semi transparan, terdiri dari pars flacida di bagian atas dan pars tensa di bagian bawah.

– Tulang-tulang pendengaran : malleus, incus, dan stapes

– Tuba eustachius : terdiri dari bagian tulang dan cartilago, menghubungkan cavum timpani dengan nasopharing. Pada saat istirahat tuba eustachius menutup, dan akan terbuka bila ada kontraksi dari otot levator veli palatini, otot tensor veli paltini dan otot saphyngopharingeus, yaitu pada saat mengunyah, menguap, dan menelan.

Telinga dalamterdiri dari : vestibulum, canalis semisirkularis,dan cochlea.

– Vestibulum : suatu rongga berbentuk oval. Bagian  depan bawahnya menuju cochlea dan bagian belakang atas berhubungan dengancanalis semisirkularis. Terdapat utriculus di dinding medial dan saculus didinding lateral. Pada dinding lateral terdapat oval window (tingkap lonjong) dan  round window (tingkap bundar).

– Canalis semisirkularis : masing-masing membentuk  2/3 lingkaran yang berdiameter 1 mm. Terdiri dari lengkungan superior,posterio dan lateral.

– Cochlea : suatu sistem dari tuba yang melingkar-lingkar. Terdiri dari 3 tuba melingkar yang berbeda dari sisi ke sisi, yaitu : skala vestibuli (berisi perilimfe), skala media (berisi endolimfe), dan skala timpani (berisi perilimfe). Skala vestibuli dan skala media dipisahkan satu sama lain oleh membran Reissner atau membran vestibular. Skala timpani dan skala media dipisahkan oleh membran basilar. Pada permukaan membran basilar terletak suatu struktur yaitu organ corti, yang mengandung suatu seri sel yang sensitif secara mekanik yaitu sel-sel rambut. Sel-sel ini merupakan organ reseptif akhir yang membangkitkan impuls saraf sebagai respon terhadap getaran suara.

  1. Dasar-dasar Psikoakustik
  • Kecepatan bunyi : 340 m/s di udara, 1400 m/s di dalam air
  • Ambang dengar : bunyi nada murni terlemah pada frekuensi tertentu yang masih dapat didengar oleh telinga seseorang.
  • Nada murni (pure tone) : bunyi yang hanya mempunyai satu frekuensi, dinyatakan dalam jumlah getaran per detik
  • Frekuensi : nada murni yang dihasilkan oleh getaran suatu benda yang sifatnya harmonis sederhana, menentukan tinggi rendahnya nada yang dinyatakan dalam getaran/detik = Hertz (Hz). Frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh manusia (audible sound) adalah antara 20 Hz sampai 18.000 Hz.
  • Intensitas bunyi : menentukan keras lemahnya bunyi yang dinyatakan dalam satuan desibel (dB).

Skala Desibel pada berbagai bunyi :

Sumber Bunyi dB
Rocket saturnus 190
Take off pesawat terbang jet 130
Hi-fi fonograf 110
Alat pengebor pnematik 100
Bising bengkel 80
Bising lalu lintas 70
Percakapan normal (3 feet) 60
Music radio pelan 50
Percakapan pelan 40
Suara bisikan 30
Bunyi gesekan daun 10
Ambang dengar 0
  1. Fisiologi Pendengaran

Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya suara atau energi bunyi oleh daun telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara melewati saluran telinga luar. Kemudian gelombang tersebut menggetarkan membaran timpani yang diteruskan ke telinga tengah melalui tulang-tulang  pendengaran (malleus, incus, stapes) yang akan mengamplifikasi getaran. Energi getar yang telah diamplifikasi ini diteruskan ke stapes yang menggerakan tingkap lonjong (oval window) sehingga perilimfe pada skala vestibuli bergerak, lalu getaran diteruskan melalui membran Reissner yang mendorong endolimfe dalam kokhlea, sehingga akan menimbulkan gerak relatif antara membran basilaris dan membran tektoria. Proses ini merupakan rangsang mekanik yang menyebabkan sel-sel rambut di organ corti bergerak sehingga terjadi pelepasan ion bermuatan listrik dari badan sel. Keadaan ini menimbulkan proses depolarisasi sel rambut, sehingga menstimulasi lepasnya neurotransmitter (glutamat) ke dalam sinapsis yang  akan menimbulkan potensial aksi pada saraf auditorius ( N.VIII komponen cochlearis), kemudian impuls saraf diteruskan ke korteks pendengaran primer dan asosiasi (area 41 dan 42) di lobus temporalis.

  1. Gangguan Pendengaran

Kelainan telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran berupa ketulian. Tuli dibagi atas tuli konduktif, tuli saraf (sensorineural), dan tuli campuran. Tuli konduktif terjadi karena gangguan hantaran suara yang disebabkan oleh kelainan di teling luar atau telinga tengah, seperti : atresia lubang telinga, sumbatan oleh serumen, otitis eksterna, osteoma lubang telinga, otitis media, sumbatan tuba eustachius, dislokasi tulang pendengaran. Tuli sensorineural (saraf) terjadi karena kelainan di cochlea (teling dalam), N. VIII, atau di pusat pendengaran. Penyebabnya seperti : labirintitis, obat-obatan tertentu, trauma kepala, trauma akustik dan pajanan bising, tumor cerebellum, cedera otak, dan kelainan otak lainnya.

  1. SISTEM PENCIUMAN
    1. Anatomi dan Fisiologi Hidung

Sistem penghidu atau penciuman berhubungan dengan organ hidung, dan persarafan yang mengatur fungsi penciuman adalah nervus olfaktorius (N. I) yang merupakan saraf sensoris. Reseptor untuk menangkap  rangsang bau-bauan adalah sel-sel olfaktorius yang merupakan sel saraf bipolar dan berada di mukosa olfaktorius (bagian atas rongga hidung). Serabut aferen neuron ini bersinaps di bulbus olfaktorius dan dari sini keluar serabut yang menghubungkan bulbus olfaktorius dengan otak yang disebut traktus olfaktorius. Setelah sampai di otak, sinyal olfaktori memiliki beberapa target yaitu :

  • korteks penciuman primer dan asosiasi di lobus temporalis: untuk membedakan bau, persepsi, dan memori yang berkaitandengan bau-bauan
  • sistem limbik (amigdala, septum): untuk mengaktifkan emosi dan perilaku yang berkaitan dengan bau-bauan
  • hipotalamus: untuk pengatur hasrat (drives), pengatur makan dan respon otonom dalam fungsi digestif
  • formatio retikularis : untuk pengatur atensi dan membuat orang terjaga
  1. Gangguan Fungsi Penciuman

Rasa penciuman dapat menguat atau meningkat pada keadaan lapar, dan melemah atau menurun pada keadaan pilek, usia lanjut, dan perokok. Kemampuan untuk menghidu (penciuman/pembauan) yang normal disebut normosmia.

Gangguan fungsi penciuman dapat disebabkan oleh gangguan saraf olfaktorius maupun penyakit hidung lokal. Kerusakan saraf ini dapat menyebabkan hilangnya penciuman (anosmia), atau berkurangnya penciuman (hiposmia). Seseorang yang menderita anosmia kadang-kadang tidak menyadari bahwa penciumannya terganggu, mereka mengelauh bahwa mereka tidak dapat lagi menikmati lezatnya (enaknya) makanan. Rasa “lezat” merupakan kombinasidari fungsi penciuman dan pengecapan.

Selain gangguan di atas, terdapat beberapa gangguanlain yang berhubungan dengan fungsi penciuman, yaitu:

  • Parosmia : tidak dapat mengenali bau-bauan, salah-hidu.
  • Kakosmia : mempersepsi adanya bau busuk, padahal tidak ada.
  • Halusinasi penciuman : biasanya berbentuk bau yang  tidak sedap, dapat dijumpai pada serangan epilepsi yang berasal dari girus unsinat pada lobus temporal.
  1. SISTEM PENGECAPAN
    1. Anatomi dan Fisiologi Lidah

Pengecapan adalah fungsi utama dari  taste budyang ada di dalam rongga mulut, dan organ yang berhubungan dengan indera pengecap adalah lidah. Indera pengecap berkaitan dengan selera makan. Rasa makanan diterima oleh sel reseptor (sel pengecap) yang terutama terletak di lidah. Lidah terletak pada dasar mulut dan memiliki 2 kelompok otot yaitu :

  • Otot intrinsik untuk melakukan gerakan halus
  • Otot ekstrinsik untuk mengaitkan lidah pada daerah  sekitarnya dan melakukan gerakan-gerakan kasar seperti mengunyah dan menelan.

Gerakan otot lidah dipersarafi oleh nervus XII (N. Hipoglossus). Lidah mempunyai tonjolan-tonjolan yang disebut papillae, tempat sel pengecap berada. Papillae lidah ada 3 macam, yaitu:

  • Papillae sirkumvalata; jenis papillae terbesar dan  terletak di bagian belakng lidah, berfungsi untuk rasa pengecapan
  • Papilae fungiformis; menyebar pada permukaan ujung  dan sisi depan lidah, berbentuk seper jamur
  • Papillae filiformis (foliata); jenis papillae terbanyak dan menyebar pada hampir seluruh bagian permukaan lidah terutama permukaan lateral lidah, lebih berfungsi untuk menerima rasa sentuh.
  1. Ganguan Fungsi Pengecapan

Kerusakan nervus fasialis (N.VII) sebelum percabangan khorda timpani dapat menyebabkan  ageusi(hilangnya pengecapan) pada 2/3 bagian depan lidah, sedangkan kerusakan nervus glossofaringeus (N.IX) dapat menyebabkan  ageusi (hilangnya pengecapan) pada 1/3 bagian depan lidah.

BAB III

PENUTUP

  1. SIMPULAN
  2. Sistem saraf adalah suatu jalinan jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling beraturan antara satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan, dan mengontrol interaksi antara individu dan lingkungan sekitarnya. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:

i.      Reseptor

ii.      Penghantar impuls

iii.      Efektor

  1. Penginderaan :

i.      Penglihatan

ii.      Pendengaran

iii.      Penciuman

iv.      Pengecap

JENIS-JENIS PASAR

alhamdulillah. finish🙂

Jenis – Jenis Pasar dibedakan menurut bentuk kegiatan, cara transaksi dan menurut jenis barangnya.

Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.

Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli.  Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

Jenis-Jenis Pasar

Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak).  Maka kita lihat penjabaran berikut ini:

  • Pasar Nyata.

Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.

  • Pasar Abstrak.

Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar…

Lihat pos aslinya 600 kata lagi

3P (People, Process, Physical evidence)

People (orang)

People adalah semua orang yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk serta memberikan pelayanan produk kepada konsumen. Karyawan merupakan orang yang terlibat dalam pemberian jasa dan merupakan faktor intern yang memiliki peran yang cukup besar dalam mewujudkan jasa yang dikehendaki oleh pelanggan. Untuk menambah mutu pelayanan guna meningkatkan pembeli/pelanggan sebuah perusahaan membutuhkan SDM yang berkualitas dan bermutu baik. Seperti karyawan mempunyai kemampuan keahlian dalam bekerja saat melayani pelanggan. Orang sangat berperan dalam perusahaan jasa karena terlibat langsung menyampaikan produk ke pelanggan. Bagaimanapun kemajuan teknologi, fungsi orang sebagai bagian dari pelayanan tidak dapat digantikan.

Process (proses)

Process adalah serangkaian tindakan yang diperlukan untuk memberikan produk atau jasa dengan pelayanan yang terbaik kepada konsumen. Suatu proses bisa berisi tentang metode atau prosedur yang diberlakukan untuk memperoleh produk yang dibutuhkan konsumen. Proses pelayanan yang cepat, mudah dan ramah memberikan nilai lebih konsumen terhadap suatu produk. Untuk itu, semua aktivitas kerja adalah proses melibatkan prosedur, jadwal, tugas mekanisme, aktivitas dan rutinitas.

Physical evidence ( bukti fisik )

Physical evidence adalah perangkat – perangkat yang dibutuhkan untuk mendukung penampilan suatu produk, sehingga memperlihatkan secara langsung kualitas produk serta pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Bukti fisik berhubungan dengan fasilitas apa saja yang diberikan oleh sebuah perusahaan seperti adanya sarana pendukung, desain bangunan, dekorasi ruangan. Sarana pendukung yang diberikan meliputi area parkir yang dapat digunakan untuk kendaraan beroda dua dan empat. Dengan adanya fasilitas seperti ini akan memberikan kenyamanan serta kesan menarik kepada pelanggan. Penampilan fisik suatu perusahaan sangat berpengaruh sekali terhadap nasaba

FAKTOR 4 P DALAM BAURAN PEMASARAN

 

  1. 1.       Produk (Product)

Pengertian produk dalam kegiatan  pemasaran perpustakaan ialah produk atau jasa yang ditawarkan oleh perpustakaan yang pada dasarnya berupa informasi  baik terekam  maupun tercetak.  Selain itu,  pengertian produk juga dapat bersifat intangible (tidak terlihat), bersifat tangible  (terlihat).

Konsep produk informasi punya 4 tingkayan yaitu, (I) Generic product/produk generik (2) Expected product/produk(3) Augmented product/produk tambahan  (disesuaikan  dengan pengguna)(4)  Potential product!produk tersembunyi,  seperti  penyajian informasi

yang baru dan inovatif.

  1. 2.       Harga (Price)

Mengenai pengertian harga dalam konteks pemasaran perpustakaan yaitu  penetapan biaya  produksi  dan  harga  pertukaran  antara organisasi/perpustakaan dengan konsumen/pengguna alas produk atau jasa yang diberikan. Secara tradisional perpustakaan memberikan jasa secara cuma-cuma, tetapi dengan tersedianya jasa yang ditawarkan secara khusus seperti  inter  library  loan,  layanan  internet,  dan  lain-lain  dengan menggunakan  fasilitas  komputer  atau  media lain  maka  perlu dipertimbangkan penetapan biaya operasionalnya.

  1. 3.       Tempat (Place)

Faktor  ketiga  dalam  konsep  bauran  pemasaran  adalah  tempat. Pengertian tempat dan atau distribusi adalah mencakup mengenai proses perjalanan  produk  atau  jasa  yang  tentunya  adalah  penyebarluasan informasi  dari tangan  organisasi, dalam hal  ini  perpustakaan kepada pengguna dan berkaitan dengan saluran juga sarana/fasilitas fisik atau komunikasi yang digunakan dalam rangka pencapaian produk atau jasa tersebut.

  1. 4.       Promosi (Promotion)

Sebagai faktor keempat dari konsep bauran pemasaran promosi dapat diartikan sebagai  kegiatan mengkomunikasikan informasi  dari penjual kepada pembeli atau pihak lain dalam saluran untuk mempengaruhi sikap dan perilaku. Tugas utama para manajer pemasaran dalam promosi adalah memberitahu pelanggan (target) tentang ketersediaan produk, tempat dan harga yang tepa!  (Mc.Carthy,  1993).  Sementara itu,  Swastha (1996) mengartikan promosi sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Tujuan utama promosi adalah (I) memberitahu, (2) membujuk, (3) mengingatkan.